ðŸ’Communication in Human RelationsðŸ’
Komunikasi dalam Human Relations
Human relation bertujuan untuk mempererat rasa persaudaraan dan mendapatkan suatu kepuasan dari apa yang telah mereka kerjakan. Human relations juga sangat diperlukan dalam lingkungan kerja mulai dari tingkat Top management sampai pada tenaga pelaksananya. Hubungan yang terjadi pada setiap level pada perusahaan.
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambanglambang yang bermakna bagi kedua pihak. Komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13). Jadi Komunikasi itu adalah proses dimana pesan disampaikan oleh komunikator kepada penerima. Pesan itu dapat berupa hasil pemikiran atau perasaan yang dimasudkan untuk mengubahpengetahuan, sikap atau tingkah laku si penerima pesan.
Dalam sebuah perusahaan Human Relation merupakan jembatan penghubung yang menghubungkan antara atasan dan bawahan, bawahan dengan atasan dan bawahan dengan bawahan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan kepuasan dalam bekerja sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Dengan kemampuan human relation yang baik seorang pimpinan akan dapat memecahkan masalah para karyawannnya, sedangkan komunikasi merupakan alat perantaranya. Komunikasi penting bagi manusia, sebab tanpa komunikasi tidak akan terjadi interaksi dan tidak ada saling tukar pengetahuan dan pengalaman. Peradaban dan kebudayaan, perkembangan masyarakat, dan kemajuan teknologi tidak mungkin terjadi tanpa komunikasi antar manusia, baik dalam lingkungan suatu bangsa maupun antar bangsa.
Komunikasi adalah kunci yang dapat membangun tim yang kuat dan mendorong kinerja yang lebih baik. Pentingnya keterampilan komunikasi yang baik perlu ditekankan dalam program pelatihan. Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam human relations, dintaranya adalah membantu membangun tim dan menghindari kesalahpahaman.
B. Fungsi Komunikasi dalam Human Relations
👉 Untuk meningkatkan gairah kerja suatu organisasi
👉 Untuk meningkatkan hubungan kerja serta kerjasama diantara teman kerja
👉 Untuk mengurangi aspek-aspek negatif dari timbulnya konflik maupun frustrasi
👉 Untuk dapat mengetahui sedini mungkin kemelut-kemelut didalam organisasi, terutama yang menyangkut kepada hubungan kerja yang harmonis
👉 Untuk mengetahui sejauhmana faktor psikologis, manajemen, sosiologis,
C. Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlihat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa non verbal secara baik. Komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan Rakhmat(2008:13). Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001) mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila memenuhi tiga hal berikut:
👉Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
👉Pesan yang disampaikan oleh pengirim pendapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
👉Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.
Dalam komunikasi efektif memiliki lima hukum menurut Sari (2006:8), yaitu:
👉 Respect adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang akan kita sampaikan.
👉 Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang
dihadapi oleh orang lain.
👉 Audible adalah pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan melalui media atau delivery channel.
👉 Clarity adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.
👉 Humble adalah sikap rendah hati untuk membangun rasa saling menghargai.
D. Komunikasi Formal
Effendy (2005) bahwa sistem komunikasi formal biasanya mengikuti garis-garis wewenang sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi, proses komunikasi biasanya dilakukan di dalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif. Ciri saluran komunikasi formal menurut Shibutani dalam Blake dan Haroldsen (2005) yaitu:
👉 Saluran komunikasi berfungsi dengan standar bagi semua laporan yang datang dari berbagai sumber agar dapat diperiksa kebenarannya.
👉 Sumber pesan dapat dikenali dan tentunya dapat dipercaya. Sehingga dapat dijelaskan saluran komunikasi formal bercirikan aturan-aturan yang stabil, pekerjaannya, dan sanksi disusun dengan jelas, serta dapat diikuti oleh orang-orang yang berbeda.
E. Komunikasi Informal
DeVito (2011) mengatakan komunikasi informal sebagai komunikasi yang disetujui secara sosial yang orientasinya tidak pada organisasi tetapi lebih secara individual. Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu, gosip, atau rumor. Implikasinya adalah kebenaran informasi tersebut menjadi tidak jelas atau kabur. Komunikasi informal akan untuk memenuhi kebutuhan sosial, mempengaruhi orang lain, dan mengatasi kelambatan komunikasi formal yang biasanya cenderung kaku dan harus melalui berbagai jalur terlebih dahulu .
F. Komunikasi Verbal
👉 Purwanto (2006:6)
mengatakan bahwa “Komunikasi verbal merupakanpenyampaian komunikasi dengan menyusun kata-kata ke dalam suatu pola yang memiliki arti atau makna dalam bentuk tertulis maupun lisan.”
👉 Goffman (2005:154)
“merupakan komunikasi dengan kata-kata verbal melalui komunikasi yang kita sebut bahasa karena dapat membantu kita untuk memiliki kemampuan memahami."
👉 Frans M. Royan (2005:36)
“merupakan komunikasi yang melibatkan kata-kata yang biasanya disampaikan berupa tulisan dan perbincangan yang direspon dengan mendengar atau membaca.”
Komunikasi verbal ditandai dengan ciri sebagai berikut:
👉 Disampaikan secara lisan atau tulisan
👉 Proses komunikasi eksplisit dan cenderung 2 arah
👉 Kualitas proses komunikasi seringkali ditentukan oleh komunikasi non verbal
G. Komunikasi Non Verbal
K. Floyd (2009) mendefinisikan komunikasi nonverbal sebagai setiap perilaku dan karakteristik yang mengirimkan makna tanpa menggunakan kata-kata. Menururt Mark L. Knapp dan J.T. Hall (2002) ia
menyatakan bahwa komunikasi nonverbal merujuk pada komunikasi yang dihasilkan oleh beberapa makna lain selain kata-kata.
Karakter Komunikasi non verbal:
👉 Komunikasi non verbal berlangsung dengan cepat
👉 Komunikasi non verbal dapat membantu atau menggantikan komunikasi verbal
👉 Non verbal komunikasi bersifat universal
👉 Komunikasi nonverbal membingungkan dan kontekstual
👉 Komunikasi non verbal dapat disengaja dan tidak disengaja
👉 Pesan komunikasi non verbal dapat menyampaikan perasaan atau sikap
👉 Komunikasi non verbal tidak selalu sama dengan apa yang dikatakan
👉 Komunikasi non verbal dipercaya lebih daripada komunikasi verbal
Tipe Komunikasi Non Verbal:
👉 Kinetik
Studi tentang gerakan tubuh termasuk postur tubuh, Komponen kinetik diantaranya gesture tubuh, gerakan kepala, kontak mata, dan ekspresi wajah.
👉 Haptik (Indera perasa atau sentuhan)
Hal ini berhubungan dengan perilaku menyentuh yang mengirimkan makna selama berinteraksi. Sentuhan bekerja pada berbagai tingkatan termasuk di dalamnya professional-fungsional, sosial-sopan
santun, persahabatan-kehangatan, dan cinta-intim.
👉 Penampilan fisik
Setiap manusia didunia tidak dapat menentukan bagaimana bentuk fisik dilahirkan. Manusia memiliki ciri khas atau bentuk fisik yang berbeda-beda. Terkadang dalam berkomunikasi kita melakukan judgment terhadap perilaku atau apapun orang lain berdasarkan penampilan fisik yang dimilikinya.
👉 Artefak
Objek personal yang digunakan untuk memberitahukan identitas dan kepribadian lingkungan kita.
👉 Faktor lingkungan
Adalah tata letak yang mempengaruhi apa yang kita rasakan atau lalukan.
👉 Proxemic (jarak personal)
Merujuk pada jarak dan bagaimana kita menggunakannya, jarak memberitahukan status.
👉 Chronemic
Bagaimana kita mempersepsikan dan menggunkaan waktu untuk mendefinisikan identitas dan interaksi.
👉 Paralanguage
Komunikasi yang vocal tapi tidak menggunakan kata-kata.
👉 Keheningan
Hal ini menyampaikan pesan dengan kuat. Kita Menggunakan keheningan untuk mengkomunikasikan makna yang berbeda. Keheningan dapat menunjukkan penghormatan, keprihatinan, ketenangan, menyangkal keberadaan orang lain.
H. Manfaat Komunikasi Non Verbal Menurut Mark L. Knapp (1972)
👉 Repetisi terjadi manakala pesan yang sama dikirim secara verbal dan nonverbal.
👉 Aksentuasi maksudnya adalah bahwa adanya penggunan petunjuk nonverbal untuk menguatkan pesan yang dikirimkan.
👉 Komplemen maksdunya adalah bahwa kode-kode nonverbal dan verbal menambah makna bagi satu sama lain.
👉 Kontradiksi maksudnya adalah bahwa terjadi konflik antara pesan verbal dan pesan nonverbal.
👉Substitusi maksudnya adalah bahwa kode-kode nonverbal digunakan untuk menggantikan lambang-lambang verbal.
Analisis Komunikasi Pada Kasus Tasyi Athasyia Dengan Mantan Pegawainya
Permasalahan yang terjadi antara content creator Tasyi Athasyia dan mentan pegawainya ini disebabkan oleh gaji yang tidak atau belum dibayarkan, pemotongan gaji, dan perlakuan kurang menyenangkan yang dirasakan pegawainya tersebut. Namun, Tasyi melakukan klarifikasi bahwa itu semua tidak benar adanya dan membantah semua tudingan yang diterimanya. Dari konflik tersebut dapat terlihat bahwa kurangnya komunikasi karena mungkin mantan pegawai Tasyi merasa tidak adil dan merasa haknya belum terpenuhi. Dengan caranya speak up di media sosial, ia mungkin berharap Tasyi melihat atau mendengar dan tersadar untuk memenuhi hak pegawainya tersebut. Tetapi yang terjadi bukan yang diharapkan. Itulah mengapa Komunikasi yang efektif sangat diperlukan dalam Human Relations, utamanya agar menghindari konflik-konflik dan meminimalisirnya. Tasyi sebagai atasan seharusnya dapat mengerti kondisi pegawai-pegawainya dan memenuhi hak yang seharusnya didapatkan oleh mereka, dan jika memang benar berita yang beredar baiknya mengintrospeksi diri serta mendengar dan menerima kritik, saran, atau suara dari pegawainya.agar kedepannya tidak terulang hal seperti ini dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Comments
Post a Comment