💥Improving Personal, Interpersonal and Organizational Communications: Technologies💥

Improving Personal, Interpersonal and Organizational Communications

A. Communication Process
 (Personal Vs Interpersonal Communications)

    Proses Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang terbagi menjadi 2 tahap, yaitu proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder.

    Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan perasaan seseorang kepada  orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Proses komunikasi primer ini  dilakukan secara langsung dengan berhadapan dengan komunikan, dan menggunakan bahasa,  lambang, isyarat, gambar, dll. Sedangkan komunikasi sekunder adalah komunikasi yang menggunakan sebuah media perantara, dan dilakukan oleh seorang komunikator jika ingin menjangkau komunikan yang  jangkauannya jauh, biasanya menggunakan media sekunder seperti televisi, radio, majalah, koran, dll.

B. Communication Filters

    Filter ini adalah komponen komunikasi massa yang tidak ada dalam komunikasi lain, di dalam komunikasi massa, ada yang disebut filter atau penyaring. Maksudnya adalah kita dapat memilih informasi apa yang baik dan tidak, memilih apa yang kita perlukan  atau tidak. Yang akan dibahas dalam filter komunikasi adalah Semantik, Psikologi, Fisik dan Stereotip.

👉 Semantik
    Aktifitas komunikasi memperhatikan makna bahasa yang timbul dalam proses komunikasi.  Gangguan semantik yang terjadi ketika komunikator dan komunikan memiliki sistem makna yang berbeda. Misalnya saja ketika kedua pihak memiliki perbedaan bahasa  atau dialektis, penggunaan jargon, istilah yang ambigu yang maknanya dapat  disalahartikan. Untuk mengatasi gangguan semantik, kita dapat memperhatikan siapa lawan bicara kita, apa latar belakang pendidikannya, budaya, status sosial, ekonomi dan sebagainya.

👉 Psikologi
    Persepsi yang kita bentuk berdasarkan kerangka acuan atau frame of reference kita. Ketika individu ingin bertindak atau memutuskan sesuatu maka akan menggunakan acuan pada aturan-aturan yang ada, yaitu aturan-aturan yang disahkan oleh kelompok masyarakat, dan pemerintah yang berupa undang-undang.

👉 Fisik
    Interferensi atau hambatan yang berada di luar komunikator dan komunikan. Gangguan ini menghalangi transmisi fisik dari sinyal atau pesan.

👉 Stereotip
    Suatu prasangka yang didasari pada penilaian dikarenakan kurangnya informasi mengenai orang lain yang cenderung menyamaratakan orang lain dengan kelompoknya dan mengangap mereka sebagai homogen (sama). Stereotip menyebabkan persepsi selektif tentang orang-orang dan segala sesuatu disekitar kita. 


Analisis Faktor Psikologi Pada Kasus Tasyi Athasyia Dengan Mantan Pegawainya

    Menurut analisis saya, dalam permasalahan kasus Tasyi Athasyia dengan mantan pegawainya terdapat faktor psikologi. Faktor psikologi yang mempengaruhi pada kasus ini misalnya seperti persepsi dari Tasyi Athasyia dengan mantan pegawainya dan sebaliknya. Persepsi itu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti nilai-nilai yang dianut, pengalaman masa lalu pribadi, budaya yang dimiliki, status sosial, dan lain sebagainya. Misalnya dari persepsi Tasyi kepada mantan pegawainya mungkin karena dirinya merasa memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada mantan pegawainya, maka Ia merasa boleh-boleh saja memperlakukan mantan pegawainya dengan seenaknya dan menurutnya masih dalam batas wajar serta mengira bahwa mantan pegawainya itu akan tetap tutup mulut dan tidak memiliki nyali atau keberanian untuk mengungkap hal tersebut. Tetapi nyatanya, mantan pegawainya tersebut berani untuk speak up, namun dari pihak Tasyi sendiri masih mengelak dan menolak bahwa permasalahan tersebut tidak benar adanya. 

Comments

Popular Posts